Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut) , langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari) Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini.
Just want to share this clip. (Kenangan Bersama Ayah - By Suara Persaudaraan)
Thanks to our Father! Enjoy it!

CatatanRevolusi - Rindu Kami Padamu sebuah karya untuk Ibu. Satu lagi karya Garin Nugroho yang pantas diberi acungan jempol. Film yang menurut saya adalah sangat merakyat ini bercerita tentang tiga hal, telur, sajadah dan kubah. Merekam situasi sehari-hari masyarakat Indonesia di pinggir Jakarta. (Salah satu karakter film buatan Garin yang saya sukai, bercerita tentang potret realitas kehidupan yang jarang diambil oleh sutradara lain). Seorang Guru ngaji yang biar memiliki adik-adik kaya tapi lebih memilih mengurus masjid, seorang suami insaf yang ditinggal istrinya, cerita cinta Seno dengan gadis cantik perantau, kisah tiga orang bocah lugu, Asih yang rindu dan menanti Ibunya kembali, Bimo yang rindu kasih sayang seorang Ibu, dan Rindu yang menggambar masjid tanpa kubah sebagai penantian atas Kakaknya.
