CatatanRevolusi - Tiba tiba datang sebuah mobil. Mereka semua menoleh kearah mobil itu. Dan ternyata keluarlah Ibunya Tom dari mobil itu.

“Ibu….!”teriak tom.

“Hm..tahukah kamu Rick, aku telah membohongi kalian, aku tidak memiliki senjata. Aku hanya ingin memberi sebuah Hadiah Ulang tahun untuk Tom. Aku menyerah Rick.”

Kemudian Rick melambaikan tangannya sebagai tanda Buss tidak bersenjata. Namun polisi disana tidak percaya. Mereka tetap siap menembak Buss.

 

“Pergilah tom, temui Ibumu ! Bukankah kamu telah lama tidak berjumpa dengannya.”

“Buss….aku ingin bersamamu….!” ucap tom sambil menangis.

Rick sangat haru melihat hal itu.

 

Saat Tom berlari tiba tiba kepala polisi menyuruh untuk menembak Buss.

“tembak !”

para penembak jarak jauh pun menembak Buss. Empat peluru menembus tubuh Buss, ia pun tergelepar jatuh ketanah seketika juga.

Tom pun kaget, dan kembali berlari kearah Buss dan memeluknya.

“Jangan mati jangan mati, aku ingin tetap bersamamu, aku ingin menjengukmu dipenjara nanti….Buss….”

“Jadilah anak baik Tom, pergilah keliling kota dengan helikopter bersama ibumu. Rick, pastikan tom melakukannya !”

 

*    *    *

 

Pada pertengahan september tahun 1986 terjadi kebakaran disebuah penjara didaerah pinggiran California. Puluhan tahanan berhasil melarikan diri pada peristiwa tersebut. Namun seminggu setelah kejadian itu tidak ada satu pun yang berhasil lolos oleh kejaran polisi dan FBI. Bila tidak kembali kepenjara dalam keadaan hidup mereka kembali dengan keadaan tidak bernyawa, kecuali Buss dan Jack. Buss masuk penjara oleh karena ia membunuh seorang kepala Polisi beserta anak buahnya didaerah asalnya. Ia membunuh mereka karena mereka telah menghabisi keluarga Buss. Jack adalah seorang tangan kanan seorang mafia obat bius di California. Ia masuk penjara selain karena kejahatan obat bius juga karena telah membunuh lawan dagangnya dalam transaksi obatnya.

 

Mereka berdua melarikan diri kesebuah perkampungan. Disana mereka mencari makanan dan kendaraan untuk keluar dari negara bagian itu. Mereka masuk kesalah satu rumah penduduk yang saat itu hanya ada seorang ibu rumah tangga berserta seorang anak lelakinya yang berumur tujuh tahun. Namun beberapa orang penduduk setempat ada yang curiga kepada mereka, sehingga polisi setempat segera muncul disana. Tanpa berfikir panjang Buss dan Jack membawa anak kecil itu sebagai sandera setelah mengambil uang yang ada dirumah itu. Mereka membawa kabur sebuah mobil sedan tua yang ada disana dan merampas pistol milik polisi itu setelah menghajar polisi itu hingga pingsan.

 

Buss menyetir mobil itu dan anak kecil itu duduk disampingnya dan jack berada dikursi belakang. Sambil meneguk bir yang ada dimobil itu Jack menembak nembak keluar untuk merayakan kebebasannya. Tapi memang Jack adalah seorang penjahat. Ia berniat membunuh Buss dan anak kecil itu. Ia menodongkan pistol dikepala Buss.

 

Buss tersenyum, “bila kau masih ingin hidup, tarik kembali pistol itu !” ujar Buss. “sepertinya riwayatmu harus berakhir ditanganku, ha ha ha….” Segera dengan cepat Buss meraih tangan Jack dan mematahkannya, lalu ia memukul tepat dihidung Jack, hingga ia berlumuran darah oleh karenanya. Jack terkapar tak berdaya di Jok belakang. Mereha singgah disebuah toko kecil dipinggiran jalan. Buss memberikan pistol itu kepada anak kecil itu. “siapa namamu ?” Tanya Buss. “tom” jawabnya. “ pegang pistol ini, hadapkan kewajah bajingan ini, bila ia bergerak tarik pelatuk pistol ini !” lalu Buss keluar dan membeli makanan dan minuman di toko tersebut. Selama Buss didalam toko tersebut, jack berusaha merayu anak itu. “Tom, apakah kamu pernah menembak orang ? ha ha ha…kamu tidak akan sanggup menembakku. Berikan pistol itu padaku, cepat !” perlahan Jack mencoba meraih pistol dari tangan anak itu. Dan ia pun berhasil meraihnya. Dan seketika tom lari keluar dari mobil untuk melarikan diri dari Jack. Tom masuk kedalam lebatnya ladang jagung disebelah toko itu. Dan Jack pun mengejarnya. Tom bersembunyi ketakutan. Tak lama Buss kembali kemobil dan ia mendapati mobil itu kosong dengan pintu sudah terbuka. Ia menoleh kearah ladang jagung itu. Karena ia tahu mereka ada disana. Gerakan gerakan aneh diladang jagung itu membuatnya curiga.

 

Jack telah mengetahui dimana anak itu bersembunyi. Ia melihat baju merah dari anak itu. Lalu didekatinya dengan perlahan. Dan pistol telah diarahkan untuk menembaknya. „mau lari kemana bocah tengik“ ia membuka dedauan jagung yang menghalangi pandangannya, dan ternyata Buss telah ada dihadapannya, dan sekali lagi pukulan Buss menghantam hidung Jack yang telah berdarah itu. „ kembali kemobil !“ dan Tom pun mengikuti apa kata Buss, karena ia telah merasa diselamatkan oleh Buss. Tom duduk di jok depan dengan terengah engah.

 

Dor, terdengan letupan pistol dari arah ladang itu. Tom sadar bahwa Buss telah menghabisi Jack. Buss kembali kemobil. Dan karena suara itu penjual ditoko itu keluar dengan membawa senapan dan mengarahkannya kearah Buss. Dan buss pun mengarahkan pistolnya kearah penjual itu. „ turunkan senjatamu dan kembalilah kedalam !“ ujar Buss. Lalu Buss melaju dengan sedan itu.

 

Puluhan polisi berdatangan ketempat kejadian. Dan beberapa orang FBI pun datang kesana. Rick salah seorang dari FBI itu tahu siapa yang ia kejar ini. ia tahu siapa Buss itu. Karena ternyata ia adalah sahabat Buss selama mereka masih duduk disekolah dulu. Hanya saja Rick melanjutkan sekolahnya kekota lain dan bekerja bersama FBI. Dan Buss hanya tetap menjadi anak seorang penambang emas yang dibunuh oleh para  polisi yang ingin merampas emas temuan ayahnya. Rick selalu mengetahui apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Dan ia juga yang menolong Buss dalam pengadilan. Yang seharusnya Buss dihukum mati tapi hanya dihukum seumur hidup penjara.

 

“Mengapa kamu mau mengikuti perintah ku ? bukankah kamu bisa melarikan diri dariku. “ tanya Buss.

 “Kau telah menolongku dihari ini”

” Menolong ? bukankah aku membawa mu lari dari ibumu ”

” Biar, aku sudah bosan dirumah. Aku ingin keluar sebentar dan menjauh darinya“

„mengapa ?“

„ karena aku tidak dianggap anak olehnya. Seringkali aku dimarahi, padahal aku tidak berbuat salah. Hanya bila ayah kembali, maka ia baik padaku. Tapi ayah tidak akan kembali lagi. Entah pergi kemana“

„tapi ia tetap ibumu, kamu harus menghormatinya karena ia yang telah mempertaruhkan nyawa untuk keselamatanmu“

Buss ingat kembali kepada Ibunya. Saat ibunya ditembak oleh polisi polisi jahanam itu. Bayangan itu tak pernah bisa hilang dari ingatannya.

„ Ia bukan ibuku, ibuku telah lama pergi diusir ayah. Waktu aku berumur lima tahun, saat itu adalah hari ulang tahunku. Karena ibu membelikan aku pakaian baru untuk hadiah ulang tahunku. Sebuah pakaian Carnaval. Casper. Tapi hadiah itu belum sempat aku pakai, karena ayah membakarnya. Ayah sangat marah. Dan dua bulan kemudian ayah pulang dengan seorang wanita. Ia adalah wanita jelek itu. Ia yang kau sebut ibu itu memang pantas menerimanya. Mengapa tidak kau tembak saja ia ketika kau datang kerumahku. 

Buss tersenyum dan mereka terdiam beberapa saat.

Dan tiba tiba tom berkata “Aku ingin bertemu ibuku lagi. Dihari ulang tahun ku nanti. ”

„memang kapan kamu berulang tahun ?“

„ 22 september adalah hari ulang tahunku.“

„Lalu apa yang kamu inginkan sebagai hadiah ulang tahunmu ?“

„aku hanya ingin bertemu dengan Ibuku lagi.“

„hanya itu ?“

lalu tom memandang wajah Buss. Sambil tersenyum ia berkata” seperti anak anak lain seumurku, aku ingin naik sebuah helikopter keliling kota.”

“ Kita akan keliling Amerika untuk mencari Ibumu, Tom !”

“Benarkah ?” tom terlihat sangat senang.

 

Setelah beberapa jam mereka saling bercerita. Bahan bakar mobil itu habis dan disekitar daerah itu tidak ada Pompa Bensin. Buss melihat sebuah rumah kecil dengan ladang Gandum luas disekelilingnya. Terlihat seorang sedang memanen gandumnya diladang itu. Buss mendekati rumah itu.

“Buss, aku …, aku… ingin buang air kecil” kata Tom.

Buss berhenti dan membuka pintu mobil.

“lakukanlah !”

“disini?”

“dibawah pohon itu. Dan kamu lihat mobil itu ? sebelum kamu melakukannya lihat kedalam mobil itu apakah kuncinya ada didalam. Angkat tanganmu bila ada bila tidak lakukanlah kehendakmu itu”

Tom pun turun dan ia mengangklat sebelah tangannya dan kencing dibawah pohon. Lalu Buss turun dan menghampiri sebuah mobil disamping rumah petani itu. Dan ia segera masuk kedalam mobil yang akan ia curi itu. Tapi mobil itu sulit dinyalakan, hingga pemiliknya tahu bahwa mobilnya akan dicuri. Pemilik mobil itu lari menghampiri Buss. Buss tergesa gesa menyalakan mobil itu. Semuanya menjadi cepat.

 

Akhirnya mobil itu bisa dinyalakan, tapi pemilik mobil itu hampir meraih Buss. Lalu Buss membanting stir mobil itu dan mengarahkannya kearah Tom.

“ masuk masuk !” teriak Buss. Tom pun berlari mendekati mobil. Dan karena tom bertubuh kurus kecil, maka Buss meraih tubuh Tom dan menariknya masuk lewat jendela.

 

Mereka berhasil mencuri mobil itu. Dan melanjutkan perjalanannya. Atas kejadian itu lagi lagi puluhan polisi dan beberapa orang FBI yang mengejar mereka berdatangan ketempat kejadian. FBI menutup perbatasan negara bagian California, karena ia tahu bahwa mereka akan keluar negara bagian.

 

Setelah beberapa puluh kilometer mereka menjumpai sebuah kota kecil. Dan mereka berhenti pada sebuah toko pakaian. Dengan Uang yang ada Buss membelikan sesuatu untuk Tom ditoko tersebut. Namun ketika Buss berada didalam toko. Mereka telah diintai oleh polisi setempat, karena mobil yang mereka kendarai telah dilaporkan hilang dan berita itu telah menyebar. Buss menyadari bahwa ia telah diintai. Segera ia kembali kemobil dan menabrakan mobilnya kemobil polisi tersebut juga menembaki polisi itu sehingga polisi itu kalang kabut.

 

Untuk menghindari kejaran para polisi yang lain, Buss menyembunyikan mobilnya dibelakang rumah tua di pinggir jalan menuju perbatasan. Puluhan mobil polisi berdata

ngan kesana. Lalu untuk mengindari kejaran polisi Buss berputar arah. Ia kembali kearah semula.

 

Buss memberikan apa yang telah ia beli kepada Tom.

“Ini hadiah dari ku.”

“ tapi aku belum berusia sebelas tahun.“

Tom tersenyum gembira. „ Boleh aku memakainya ?“

„tentu“

 

hari makin gelap dan malam pun datang. Buss sengaja menerobos sebuah ladang Gandum yang lebat, agar mereka tidak diketahui orang. Mereka tidur didalam mobil.

 

Tiba tiba terdengar suara gemuruh. Tom terbangun, ia melihat cahaya besar didepan mobil yang mereka tiduri. Tom berusaha membangunkan Buss. Dan Buss pun terbangun dan lekas mengambil pistolnya.

 

Sebuah mesin raksasa berhenti didepan mereka. Lalu turun seseorang dari alat besar itu. Seorang yang berkulit hitam.

„selamat malam, mengapa kalian tidur disini. Bila kalian butuh tempat bermanalm, tidurlah dirumahku, tidak jauh dari sini. “

“oh tidak usah, kami akan berangkat pagi pagi sekali besok. “ Tolak Buss sambil meyiapkan pistolnya apabila orang itu mau menangkap mereka.

“apakah kamu tidak kasihan melihat anak itu tidur tersiksa dalam mobil, ayolah, kasur empuk sudah menunggu kalian. “

Buss memandang Tom, melihat ekspresinya, apakah ia benar benar merasa tidak nyaman tidur dimobil. Kali ini hati buss kembali tersentuh oleh anak itu hingga ia menerima tawaran dari orang berkulit hitam itu.

Sesampainya dirumah orang itu.

“namaku Jimmy, panggil saja Jim. Besok pagi pagi sekali aku akan bangunkan kalian.”

Buss dan tom tidur diatas tempat tidur yang nyaman, hingga mentari menyinari wajah mereka dipagi hari.

Anak dari Jim masuk kekamar mereka dan menjerit. Ia kaget karena ada seseorang tidur dikamar Ayahnya.

Tom dan Buss pun terbangun.

Dan datanglah seorang wanita kulit hitam bertubuh gemuk mencoba menenangkan anak itu.

Buss dan Tom dilayani dengan baik oleh keluarga itu. Mereka diberikan sarapan pagi.  

 

Secara tidak sengaja Jim mendengarkan siaran berita melalui radio yang memberitakan tentang buronan yang kabur dari penjara dengan ciri ciri mirip Buss. Segera Jim menyuruh anaknya yang sedang bermain dengan Tom untuk masuk kekamar. Tapi Entah mengapa, anak itu tidak mau menuruti perintahnya. Lalu Jim membentak dan memukuli anak itu. Buss dan Tom saling bertatapan. Buss sadar bahwa Tom tidak menyukai perbuatan Jim. Buss juga sadar bahwa identitas dirinya telah diketahui. Segera ia mengeluarkan pistol dan menodongkan tepat dikepala Jim. Seraya ia berkata. “ jangan sekali sekali memperlakukan anak seperti itu.!” Sekali lagi Buss mempercayakan Tom untuk memegang pistolnya. Kemudian Buss mengikat tangan dan kaki keluarga Jim, juga menyumpal mulut mereka agar mereka tidak berteriak. Mereka menangis, wanita gemuk itu dan anaknya. Tom tidak tega melihatnya, hingga ia ikut mengangis sambil menodongkan pistol itu kearah mereka.

 

„Tom, tembak orang itu !“ Jim yang dimaksud oleh Buss.

Tom menangis, “Tidak……..,”

“Cepat” ujar Buss.

“Tidak”seraya berteriak ia menembakan pistol itu kearah Buss.

Buss tertembak tepat dibawah jantungnya dan jatuh terkapar diruangan itu. Tom lari keluar dan membuang pistol itu kedalam sumur didepan rumah. Ia lari sejauh jauhnya menuju padang rumput. Dan Buss pun mengejarnya walau dengan luka tembak dilambung atasnya. Darah bececeran dimana mana.

 

Karena suara letupan pistol itu, seseorang yang kebetulan lewat melaporkannya kepada polisi setempat. Sehingga berdatanganlah puluhan mobil polisi. Dengan anjing pelacak mereka menelusuri jejak yang ditinggalkan oleh Buss.

 

“Tom….!” Teriak Buss sambil menekan lukanya agar darah tidak keluar banyak. Tom menoleh kebelakang, ia merasa kasihan kepada Buss. Namun ia tetap melanjutkan pelariannya. Ia memanjat sebuah pohon yang satu satunya ada dipadang itu. Buss menghampirinya. Dan tergelepar jatuh kembali dibawah pohon itu. Buss tak berdaya.

 

Tom turun menemuinya sambil menangis, “maafkan aku, jangan mati” Buss tertawa. “Tahukah kamu ? Kamu adalah orang pertama yang bisa menebakku.”

 

„Jangan tinggalkan aku ! Siapa yang akan mencari ibuku ?“

Buss tersenyum.

“ Aku ingin bersamamu Buss“

Tak lama, muncullah dari kejauhan rombongan polisi dan FBI.

”Tom, hari ini adalah hari ulang tahunmu… ” sambil terbatuk batuk mengeluarkan darah dari mulutnya. Tom menangis seakan akan ditinggal mati oleh ayahnya.

 

”Sebaiknya kamu menyerah sebelum kami tembak ! ”

Buss tersenyum. ”Mau kah  kamu menolongku Tom ? ”

Tom berdiri untuk menghalangi Buss.

”Aku akan kabulkan keinginanmu, Tom.”

 

”Aku akan melepaskan anak ini bila kalian menuruti perintahku !”teriak Buss dan seolah olah ia memiliki pistol yang siap ditembakan kearah Tom..

”Tembak saja dia ! ”Ujar seorang kepala polisi.

“Tidak ! kita belum tahu apakah ia memiliki senjata, bisa membahayakan anak itu.”Jawab Rick.

Beberapa Penembak Jarak Jauh telah mengambil posisi.

 

”Apa yang kamu inginkan Buss ? ”

”Aku hanya minta didatangkan sebuah helikopter segera dan bawa kemari Ibu anak ini, karena aku hanya menyerahkan anak ini kepada Ibunya.“

„Baiklah, kami akan turuti keinginan mu.“

 

Segera Rick mengontak semua cabang FBI. Dan meminjam helikopter walikota untuk menuruti keinginannya.

 

Tiga jam telah berlalu. Luka tembak Buss makin parah, ia semakin tak kuat lagi. Pakaian Casper Tom sudah penuh berlumuran darah Buss.

 

Tiba tiba datang helikopter.

“Helikoptermu sudah datang, tapi untuk mencari Ibunya bukan perkara mudah, cepat lepaskan anak itu ! Aku berjanji akan membawa anak itu kepada Ibunya.” Janji Rick

Buss sadar bahwa Rick akan memenuhi janjinya, sehingga ia memutuskan untuk menyerahkan anak itu.

“Baiklah, tapi kamu harus janji !”

 

Lalu Rick melepas semua senjatanya dan berjalan menuju Buss untuk mengambil anak itu. Penembak jarak jauh siap menembak bila Buss macam macam. Buss pun berdiri walau sakitnya tak tertahankan. Mereka saling mendekat.

 

Tiba tiba datang sebuah mobil. Mereka semua menoleh kearah mobil itu. Dan ternyata keluarlah Ibunya Tom dari mobil itu.

 

“Ibu….!”teriak tom.

“Hm..tahukah kamu Rick, aku telah membohongi kalian, aku tidak memiliki senjata. Aku hanya ingin memberi sebuah Hadiah Ulang tahun untuk Tom. Aku menyerah Rick.”

Kemudian Rick melambaikan tangannya sebagai tanda Buss tidak bersenjata. Namun polisi disana tidak percaya. Mereka tetap siap menembak Buss.

 

“Pergilah tom, temui Ibumu ! Bukankah kamu telah lama tidak berjumpa dengannya.”

“Buss….aku ingin bersamamu….!” ucap tom sambil menangis.

Rick sangat haru melihat hal itu.

 

Saat Tom berlari tiba tiba kepala polisi menyuruh untuk menembak Buss.

“tembak !”

para penembak jarak jauh pun menembak Buss. Empat peluru menembus tubuh Buss, ia pun tergelepar jatuh ketanah seketika juga.

Tom pun kaget, dan kembali berlari kearah Buss dan memeluknya.

“Jangan mati jangan mati, aku ingin tetap bersamamu, aku ingin menjengukmu dipenjara nanti….Buss….”

“Jadilah anak baik Tom, pergilah keliling kota dengan helikopter bersama ibumu. Rick, pastikan tom melakukannya !”

 

Buss pun tewas seketika. Tom menangis sejadi jadinya. Kemudian Rick menemui kepala polisi itu. Dan tanpa banya bicara Ia memukul keras kepala polisi itu hingga ia jatuh.

 

Hari itu Tom bahagia karena ia telah kembali bisa memeluk ibunya yang selama tiga tahun tidak bisa dilakukannya, tapi ia juga sangat sedih karena ia telah kehilangan orang yang sangat baik padanya.

 

“Seandainya aku bisa meminta Buss sebagai hadiah ulang tahunku……”

 

Ostanlage