PuisiMarch 23, 2007 1:59 am

 

Kisah tentang anak manusia,

terbuai angin dunia… perlahan menjauhi garis takdirnya, garis akan mimpi ayah bundanya. Dipuji, dan dipuja, merasa hidup adalah amat indah.

Sungguh,
ia sadar akan lakunya, tapi itu terlalu nikmat untuk diacuhkan.
Ia tahu nikmatnya sementara, tapi esok masih pun ada, biarlah esok saja.

 

Aku masih tersenyum untuknya. Biar saja ia nikmati hari - harinya, walau esok senja pasti kan menjelang.
Aku tahu aku bisa sepertinya, dan kadang aku ingin layaknya dia, tapi jalan ini terlalu pendek,
terlalu sedikit, sedang jalan di seberang sana terlalu lah abadi untuk kembali.

Terima kasih Rahiim, terima kasih.
Karena aku masih berada di garis takdirku…

 

terhenyak dalam dinginnya malam kota Darmstadt… 

 

PuisiMarch 15, 2007 3:21 am

 

Angin?

Seperti mimpi, ia datang, menghampiri, dalam lelap panjang sebuah pagi, memohon untuk segenggam maaf atas luka yang dulu belum terobati. Namun memang hanya sebuah angin, yang selalu ada dengan langit biru, langit yang membentang indah. Pedih dan rindu mengalir bersama darah, dan hanya angin yang dapat mengerti.

Hati…

Hati lalu berpadu, dan membawa pergi mimpi bersama keyakinan akan satu selamanya. Untuk sebuah pertolongan yang didambakan. Langit tak lagi sanggup berdiri, namun angin tetap bertiup membawanya. Hingga dunia mencaci, menatap hina tanpa malu. Angin tetap diam, dan terus diam bersama langit. Tanpa satu kata, kami akan tetap bersama.

 …

 

Biarkan aku tetap menjadi angin. Darmstadt, dalam sapa seorang sahabat…

 

 

PuisiApril 21, 2006 11:21 am

Sepertiga revolusi keempat Kautsar membuka mata terlihat onggokan sampah-sampah topeng Kautsar hanya diam

Jejak-jejak kemunafikan dan kesia-siaan dengan naif dan angkuhnya malah tertawa Kautsar masih diam, dan akan terus diam

Kelebat meremehkan serta sok tahu melambai-lambai meminta perhatian Kautsar ingin kembali, kembali tanpa topeng, kembali tanpa jejak, kembali tanpa kelebat,

tapi, jalan kembali itu telah pergi

Kautsar lupa janji-janjinya, Kautsar lupa kalau dia buta, karena Kautsar lah, Kautsar tetap menjadi Kautsar

Kautsar melangkah, mencoba menjadi manfaat sambil tetap diam dan akan terus diam, tidak banyak omong lagi.

Penuhi janji, Janji Kautsar…

Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadziban

“Dalam keheningan, berbisik kecil, sebuah obrolan malam bersama Kautsar…” 03:00 Darmstadt der_prabowo